Notification

×

Kode Iklan Disini

ayok
idul

Prekrutan Calon Polri Diduga Tidak Transparan, Ini Jawaban Polda Sumut

Sabtu, 04 April 2026 | April 04, 2026 WIB Last Updated 2026-04-04T14:52:28Z
Kabid Humas Polda Sumut (Ist)

Reportasesatu.id-Medan||
Penerimaan anggota Polri baik Bintara, Sumber Sarjana dan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2026 di Polda Sumut diduga tidak transparan.

Isu ketidakterbukaan ini beredar di beberapa media yang meragukan motto Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH) dalam penerimaan anggota Polri di lingkungan Polda Sumut Tahun 2026.

Hal yang memunculkan pertanyaan lagi, Fakta Integritas itu biasa selalu dipimpin Kapolda Sumut, saat ini Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto namun di tahun 2026 pada 1 April lalu dipimpin Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan.

Meski penerimaan dan pendaftaran anggota kepolisian untuk Akpol, Bintara dan Tamtama telah resmi dibuka mulai 9 hingga 30 Maret 2026 melalui situs penerimaan.polri.go.id namun kuota penerimaang anggota Pokri untuk Polda Sumut belum diumumkan.

Isu tertutupnya perekrutan anggota Polri ini ditanggapi Polda Sumut melalui Kabid Humas, Kombes Pol Ferry Walintukan, Sabtu (4/4/2026).

"Penerimaan Polri tidaklah tertutup seperti yang diisukan itu. Polda Sumut cukup transparan," ujar Kombes Ferry.

Terkait kuota anggota Polri yang diterima, lanjutnya, itu merupakan wewenang Mabes Polri.

"Polda Sumut hanya menerima perintah dari Mabes Polri terkait penerimaan ini. Untuk jumlah kuota itu wewenang  Mabes Polri mau menambah atau mengurangi," ujarnya sembari menyebut dirinya tidak tahu apakah kuota itu sudah turun atau belum.

Kombes Ferry jugq menekankan bahwa dalam penerimaan anggota Polri bukan saja dilakukan panitia dari Biro SDM Polda Sumut.

"Panitia perekrutan Polri ini bukan saja dari internal yaitu Biro SDM namun ada juga dari ekternal dari berbagai bidang yang didalamnya juga ada wartawan," tegasnya tanpa menyebutkan wartawan dari mana.

Bahkan terkait isu adanya kutipan untuk memuluskan masuk jadi anggota Polri, tambah Kombes Ferry, itu tidak benar.

"Tidak benar ada kutipan dalam penerimaan anggota Polri ini. Apalagi hingga ratusan juta rupiah. Pak Kapolda sendiri menegaskan penerimaan Polri tahun 2026 gratis. Artinya tidak ada kutipan," jelasnya.

Ia meminta agar tidak menciptakan isu yang tidak berdasar terkait penerimaan aggota Polri tahun 2026.

"Janganlah ciptakan isu yang mendiskreditkan Polda Sumut terlebih usai keberhasilan Operasi Toba 2026. Harusnya beri apresiasi atas keberhasilan ini. Kita sudah kerja keras. Dan ditegaskan untuk penerimaan anggota Polri ini semua arahan dari Mabes Polri. Kiranya kuotanya bertambah sehingga putra-putri Sumut banyak yang menjadi Polri," tandasnya. (A1)